Pertama
Kaulah yang pertama
Pertama mengisi hati
Hati yang bagai batu
Kau mengubahnya begitu indah
Kaulah yang pertama
Kaulah ku harapkan
Kaulah yang kusayangi
Kaulah yang memberi senyum di bibir yang lemah ini
Kaulah satu-satunya
Kaulah yang tak kan pernah ada lagi
Kaulah yang akan terjadi terakhir
Kaulah yang terindah
Memang aku tak seperti yang kau harapkan
Memang aku tak berhak memiliki
Memang aku bukan yang terlihat
Memang aku salah
Memang benar aku bersembunyi
Memang benar aku takut
1000 jalan telah aku tempuh
Tuk jadi seperti yang kau harapkan
Tuk jadi yang lebih baik
Tuk jadi pelita bagimu
Memang umpan sudah sampai
Tapi pemancing tak mengangkat pancingnya
Membuat perahunya terbalik
Tenggelam dalam kesunyian air
Malam memang indah
Langit terhias bintang
Pagi begitu indah, dibasahi embun
Lagu rindu terhembuskan angin
Kesendirian datang dari arah yang tak terduga
Badai amarah & kesabaran merusak taman indah
Taman yang kita bangun bersama, meski dengan berbagai kesalahan
Tak ada kata lagi yang bisa terucap
Hanya tangisan dari hati terdalam
Hanya kesakitan di hati dan tubuh yang tersakiti
Melepaskan semua kenangan dalam kesunyian dan tangisan
Pantai, langit, laut, ombak
Itu adalah saksi kita
Kita yang pernah membangun sebuah taman yang berbunga, meskipun bunga yang tumbuh tidek semuanya indah
Sabar, marah, tangisan, kesedihan, senyum, semua menghiasi perjalanan kasih sayang
Bukti dari sayang yang tulus
Setiap adalah indah
Setiap hal adalah buruk
Tinggallah 2 buah kenangan dalam tangisan
Jalan, motor, bus, kapal
Disitulah kita bersama menempuh jalan
Jalan yang kita harapkan
Jalan yang akan terus indah pada akhirnya kita jalani bersama
Jalan yang penuh dengan kerikil dan lubang
Tapi kita akan berusaha melewatinya bersama
0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan komentar di sini: