Jumat, 05 Maret 2010

PSIKOLOGI KEMATIAN

Bismillahirrahmanirrahiim..DIA yang telah memberikan petunjuk pada kita. Alhamdulillah NIKMAT Tuhan mu manakah yg kamu dustakan?
di copy paste dari milist kawan...berbagi kisah. semoga dapat menjadi pelajaran.

http://www.mail-archive.com/fupm-ejip@usahamulia.net/msg01418.html
KISAH NYATA

Ini tulisan saya di harian pagi Riau Pos, Ahad 1 Oktober 2006. semoga
bermanfaat

Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu Alumni ESQ
''Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin Kembali ke Dunia''
Laporan Idris Ahmad - Pekanbaru

Pengalaman mati suri seperti yang dialami Aslina, telah pula dirasakan banyak
orang.
Seorang peneliti dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Virginia Dr
Raymond A
Moody pernah meneliti fenomena ini.
Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama.
Masuk lorong waktu dan ingin dikembalikan ke dunia.

Berikut catatan Riau Pos yang turut serta mendengarkan
kesaksian
Aslina dalam temu Alumni ESQ (emotional, spiritual, quotient) Ahad (24/9)
di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.

Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan
Sugimin yang mengutip Al-Quran yang menjelaskan orang yang mati itu ingin
dikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui internet tentang Dr Raymond.
Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihal Dr Raymond dapat
membuka situs www.lifeafterlife. com dan hasil penelitian Raymond
tentang mati suri dapat dibaca di buku Life After Life.

Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu.
Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya
dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.

Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan
pembuka.
Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim.
Sejak kecil cobaan telah datang kepada
dirinya.

Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali
operasi.
Menjelang usia SMA ia termakan racun.
Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena
gondok (hipertiroid) .
Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya.
Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani
check-up atas
gondoknya di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia.
Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa
dioperasi.

''Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,' ' jelas Rustam.
Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah.
Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina
kembali ke
Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD),
saat itu detak jantungnya dan napasnya
sesak.Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk
ke ruang
perawatan. ''Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut, red). Lalu
saya ajarkan kalimat
thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan
nafas terakhir,
'' ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan
kesaksiaanya.

''Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni
kubur,'' begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin
yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut
membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati
jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang.
''Saya telah merasakan mati,'' ujar anak yatim itu.
Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati
itu.

Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit
hewan ditarik
dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi.

''Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,'' tambahnya.
Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah.
''Saat di ujung napas, saya berzikir,'' ujarnya. ''Sungguh sakitnya, Pak, Bu,''
ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.

Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di
sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur.
Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada
ruh Aslina.
''Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,''
ujar Aslina mencerita
pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ''siapa Tuhanmu, apa agamamu,
dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.
" Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar.
Lalu ia dibawa ke alam barzah. ''Tak ada teman kecuali amal,''
tambah
Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau.

Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam
itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di
alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya
berkudis, badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok
itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.

Aslina melanjutkan. ''Bapak, Ibu, ingatlah mati,'' sekali lagi ia
mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput.

Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang
malaikat.
Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya.
Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ''Ayah''. ''Wahai ayah bisakah saya
bertemu
dengan ayah saya,'' tanyanya.
Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara
17-20 tahun itu.
Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65
tahun.
Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan
salam ke
ayahnya dan berkata: ''Wahai ayah, janji saya telah sampai.'' Mendengar itu
ayah saya saya menangis.
Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ''Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu.
'' ruh Aslina pun menjawab.
''Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai''.

Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada
hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada.

''Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah
kekal,'' ujarnya bak seorang pendakwah.

Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk.
Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang
beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi
yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang

perempuan
yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu.
''Siapa kamu?'' lalu perempuan itu menjawab.''Akulah (amal) kamu.''

Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan
menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa.
Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton,
tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan.
Ruh Aslina bertanya kepada amalnya.
''Siapa manusia ini?'' Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka
membunuh orang.

Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya
lagi ke amalnya
tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah
shalat
bahkan tak bisa mengucapkan dunia kalimat syahadat ketika di dunia.

Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke

tubuhnya.
Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling
bunuh,
manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.

Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan,
setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran
darah,
orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya
pada amalnya.
Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh.

Tampak pula orang berkepala babi dan berbadan babi. Orang tersebut adalah orang
yang suka
berguru pada babi. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh.
Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya
ketika di dunia.

Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di
malam yang gelap,
kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang
ada disisinya tak
tampak.
Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu
Akbar.
Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata
tasbih yang memiliki biji 99 butir.

Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan
cahaya,
di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan
emas.
Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak
tersebut adalah husnul
khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik.
Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat)
baik,red).

Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di Mekkah. Ia pun
mengatakan kepada amalnya.
''Saya mau shalat.'' Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh
Aslina.

''Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di
dunia shalat,''
ungkap Aslina.

Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan
pula kepada ruh Aslina,
makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak
''husnul khatimah'' itu mengeluarkan cahaya terang.
Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun
bicara kepada ruh Aslina.
''Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.''

Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad
berkumpul di satu lapangan
yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan
manusia itu.
Kumpulan manusia itu berkata. ''Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya
Allah.''
Manusia-manusia itu juga memohon. ''Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau
beramal.''

Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati

suri.
Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan
alumni ESQ
itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Allah.

Setelah kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan Sugimin yang telah
mendapat lisensi
dari Ary Ginanjar (pengarang buku sekaligus penemu metode Pelatihan ESQ)
menjelaskan bahwa
fenomena mati suri dan apa yang disaksikan oleh orang yang mati suri pernah
diteliti ilmuan Barat.

Legisan mengemukakan pula, mungkin di antara alumni ESQ yang hadir pada Ahad
(24/9) malam
itu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap kesaksian Aslina. Tapi yang
jelas, lanjutnya,
rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihat hal yang hampir sama.

''Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita
semua,
'' ujarnya.Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond A Moody Jr tentang
mati
suri.
Raymond mengemukakan orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana
ia melihat rekaman
seluruh apa yang telah ia lakukan selama hidupnya. Dan diakhir pengakuan orang
mati suri itu berkata:
''Dan aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya.''

Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin
dikembalikan ke dunia dan
ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ''aku ingin agar aku
dapat kembali dan
membatalkan semuanya,'' Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu'muninun (23)
ayat 99-100:

(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), Hingga apabila datang kematian
kepada seseorang
dari mereka, dia berkata:''Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).''(99) .
Agar aku berbuat
amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak.
Sesungguhnya itu adalah
perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan
mereka ada dinding sampai hari
mereka dibangkitkan. (100).

Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat
Az-Zumar ayat 39:
''Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum
datang azab
kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).''

Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari Legisan.
Intruktur ESQ itu menyarankan agar Aslina senatiasa berdakwah dan menyampaikan
kesaksiaannya
saat mati suri kepada masyarakat agar mereka bertaubat dan senantiasa mentaati
perintah Allah
dan menjauhi larangan-Nya. Setelah acara, banyak di antara alumni yang
bersimpati dan ingin membantu
pengobatan sakit gondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untuk berfoto
bersama Aslina.

Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan

Aslina.***





--------------------------------------------------------------------------------



Berbicara mengenai kematian saya teringat topik yang menarik di METRO TV di
setiap minggu sore jam 4 .


Dalam acara " great lecture"yang dibawakan oleh Prof .Dr.Komarudin Hidayat.


Topik yang dibawakan pada saat itu adalah PSIKOLOGI KEMATIAN.



Yang menarik dalam topik itu adalah survey yang diadakan oleh Prof Dr Komarudin
Hidayat tentang 2 hal yang menyangkut kematian .


1. MENGAPA ORANG TAKUT MATI


2. PENGALAMAN TENTANG " NEAR DEATH EXPERIENCE" atau ' PENGALAMAN
MENDEKATI KEMATIAN" .yang dialami oleh orang


Yang mati suri.





A. MENGAPA ORANG TAKUT MATI


Dari hasil survey ternyata jawaban tentang mengapa orang takut mati beraneka
macam , mulai dari takut merasa kesakitan saat mengahadapi


Kematian
, kemudian ada juga yang menjawab belum siap mati karena dosanya
terlalu banyak dan takut masuk neraka.


Akan tetapi jawaban yang paling banyak dari responden survey adalah pada
dasarnya orang takut mati karena terlalu cinta akan kehidupan dunia.


Terlalu cinta akan dunia mengakibatkan orang tersebut sangat takut kehilangan
apa apa yang sudah dia miliki sekarang ini, baik itu mobil , rumah yang bagus


Istri,anak ,deposito di bank, jabatan di kantor dll.


Dr Komarudin selanjutnya menjelaskan mengapa kita harus takut mati karena
kematian adalah pintu / gerbang pertama menuju gerbang gerbang berikutnya.


Apalagi jika kita memiliki amal baik yang amat banyak sebagai bekal dalam
perjalanan yang sangat sangat jauh . karena segala amal baik akan menjelma


Manjadi makhluk yang akan menolong dan menemani kita di alam barzakh . amal
amal tersebut berubah menjadi makhluk
karena hukum hukum fisika,


Kimia,biologi di alam barzakh sudah berbeda denagn hukum hukum fisika,kimia dan
biologi yang ada di dunia.


Sebagi contoh , ALQURAN di dunia berbentuk sebuah buku./tulisan , akan tetapi
karena hukum fisika,kimia,biologi di alam barzakh sudah berbeda dengan


Di bumi ,maka ALQURAN akan menjelma menjadi makhluk yang akan menemani kita ,
jikia kita selalu membaca ALQURAN setiap hari ,memahamimya dan


Mengamalkannya semampu kita sebaik baiknya. Selanjutnya Dr Komarudin mengambil
sebuah kisah sbb:


Di dalam buku " MEMASUKI ALAM BARZAKH" , ketika mayat sudah dikuburkan
kemudian datang malaikat mungkar dan nakir untuk memulai pertayaan,


Di saat itulah ALQURAN datang sebagai makhluk yang menjadi pembela/pengacara
kita di alam barzakh atas pertayaaan pertayaan yang diajukan malaikat


Mungkar dan nakir. ALQURAN langsung berkata
kepada ahli kubur " jangan lah
engkau takut , aku ini adalah ALQURAN yang selalu engkau baca. Karena


engkau selalu setia menjadikan aku teman dikala susah dan senang sewaktu dunia
, maka kini aku menjadi kekasih mu yang akan menemani kamu hingga


hari berbangkit dan kelak aku juga akan memberikan syafaat di hari qiamat untuk
memasukan kamu ke surga .





B. SURVEY PENGALAMAN MATI SURI /NEAR DEATH EXPERINCE



Pada survey yang diajukan pada orang orang yang pernah mengalami mati suri ,
ternaya didapat 2 hal pengalaman yang berbeda pada orang yang pernah


Mati suri.


1. PENGALAMAN YANG MENYENANGKAN BAGI ORANG YANG BANYAK AMAL BAIKNYA


Sewaktu mati suri, orang tersebut mendapatkan,melihat dan meyaksikan suatu
pemandangan yang sangat indah yang belum pernah terlihat


Terdengar di dunia ini. Ketika ia menyadari bahwa ia ternyata
dikembalikan ke
dunia lagi, ia sangat menyesal mengapa ia harus kembali


Kedunia. DR Komarudin menjelaskan bahwa pengalaman seperti ini dialami oleh
orang yang banyak amal baiknya.


Bahkan ada satu responden yang disurvey menceritakan keindahan alam setelah
kematian sbb:


Ada seorang ibu yang menglamai sakit yang sangat parah dan dia mengalamai koma
di RS Husni THamrin di Jakarta, ibu ini adalah seorang yang


Sholeh . Sewaktu mengalami mati suri , ibu tersebut merasa dirinya berada
diatas sebuah bukit yang sangat tinggi. Disana tidak ada manusia dan hewan.


Yang ada hanyalah tumbuh tumbuhan saja. Betapa terkagum kagunya si ibu
tersebut melihat keindahan yang belum ia lihat dan dirasakan di dunia.


Padahal si ibu tersebut sebelumnya sudah pernah berpergian ke Swiss yang
terkenal kan keindahannya. Kemudia ia juga mendengar suara yang


Sangat merdu
yang ia juga belum pernah mendengar suara seindah suara tersebut.
Suaraitu terjadi hanya karena gesekan antara angin dan dahan dahan


Yang ada di sana. Daun daun yang ada di pohon bergermerlap cahaya emas dan
permata berkilau kilauan mata yang memandangnya


Kemudian si ibu bertanya pada dirinya sendiri " DIMANA KAH AKU INI ?" walaupun
tidak ada orang disana tapi kemudian ada


Jawaban " INILAH SURGA YANG TELAH DIJANJIKAN KEPADAMU ".



2. PENGALAMAN YANG MENAKUTKAN BAGI ORANG YANG BANYAK DOSANYA


Sedangkan bagi orang yang yang banyak dosanya ia mengalami pemandangan yang
sangat menyeramkan . dia melihat orang orang dibelenggu


Dengan rantai rantai yang sangat panjang ,diikat pada tiang yang tinggi
kemudian ditempatkan ditengah tengah kobaran api yang membara.


Ditempat yang sangat sempit itu dia menyaksikan orang sedang disiksa dengan
dituangkan
air panas yang mendidih ke atas mukanya hingga


Hangus . kemudian makanan dan minuman yang dihidangkan hanyalah air yang sangat
panas serta darah nanah .


Dan orang tersebut sangatlah bergembira sekali ketika ia ternyata dikembalikan
lagi kedunia dari mati surinya tersebut dari pemandangan


Yang sangat menyeramkan. Itu.


Dan orang tersebut segera melakukan perubahan perubahan secra drastis akan cara
hidup dan perilakunya di dunia setelah ia kemabli kedunia


Dari mati suri tersebut.




Mudah mudahan sedikit topik Dari PROF.DR Komarudin Hidayat memberikan semangat
bagi kita semua untuk berlomba lomba dalam mengerjakan


Amalan sholeh sebagi bekal untuk perjalan yang sangat jau.


AMIN








INFORMASI PENERBANGAN GRATIS

Bila kita akan 'berangkat" dari alam ini ia ibarat penerbangan ke

sebuah negara.
Di mana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur
penerbangan, tetapi melalui Al-Qur'an dan Al-Hadist.

Di mana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore
Airlines, atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.

Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang
tak lebih dan tak kurang.

Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya,
akan tetapi kain kafan putih.

Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang
suci.

Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American,
tetapi Al-Islam.

Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi
'Laailaahaillallah'

Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan
lain-lain.

Di mana servisnya bukan lagi kelas
business atau ekonomi, tetapi
sekedar kain yang diwangikan.

Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow
Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.

Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani,
tetapi ruang 2x1 meter, gelap gulita.

Di mana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya
memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.

Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.

Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzakh.

Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di
bawahnya atau Neraka Jahannam.

Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu
bimbang. Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan
masalah alergi atau halal haram makanan.


Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat
waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.

Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, karena anda
telah hilang selera bersuka ria.

Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ini telah siap di booking
sejak anda ditiupkan ruh di dalam rahim ibu.

YA ..! BERITA BAIK...!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di
sebelah anda. Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini. Oleh karena
itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!

Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa 'Pemberitahuan' . Cuma
perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan. Saat
penerbangan anda berangkat tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu 'Alallah, atau
ungkapan selamat jalan. Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun?. Anda
berangkat pulang ke Rahmatullah. ....


ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?

'Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena
dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk
menghadapinya. '

Semoga bermanfaat.. .Persiapkan diri, siapa tahu Ramadhan ini
adalah Ramadhan yang terakhir bagi kita... Semoga Ramadhan ini lebih baik dari
Ramadhan kemarin...Amiin.

1 komentar:

  1. Kehidupan sekedar untuk hari ini karena kehidupan itu sendiri berlomba dengan waktu. Banyak hal hebat yang dapat kita lakukan baik itu untuk kehidupan kita di dunia maupun di akhirat, Memosisikan diri bahwa hidup kita hanya hari ini saja akan memacu diri menuju kekhusyuan beribadah. Kita juga akan terdorong untuk melakukan yang terbaik bagi kehidupan dunia ini karena merasa tidak ada waktu lagi yang tersedia di esok hari.

    Aidh al-Qarni mengajak kita mengukir masa depan. Dengan goresan penanya ini seolah ia mengatakan, "Lihatlah peragaan sejarah oleh waktu, bagaimana manusia-manusia menjadi hebat atau tenggelam di dalamnya."

    BalasHapus

Silahkan komentar di sini: