Sabtu, 12 Januari 2013
Jumat, 19 Oktober 2012
Pengumuman Untuk Kontributor Blog Einstein
- Setiap einsteiner berhak menjadi admin penulis (contributor).
- Setiap einsteiner yang ingin menjadi admin harus punya akun GMAIL.
- Silahkan kirimkan alamat email (GMAIL only) melalui message di facebook, jangan lewat wall atau yang lainnya.
- Tunggu konfirmasi dari saya.
Best regard with love,
Afwan Wali Hamim
Selasa, 04 September 2012
3 Tahun Penuh Kemunafikan
Teguran atau Adzab kah??? Astaghfirullah. Ampuni hamba. Bukakan hati hamba yang tleah dinodai oleh maksiat yg hamba lakukan.
Astaghfirullah. #3 tahun penuh kemunafikan#
Ya itu benar! Hanya sesal dan kesal yang ada saat ini. Astaghfirullah. #3 tahun penuh kemunafikan#
Sabtu, 07 April 2012
- Pengakuan !!! - Dan - Pengharapan atau Kemunafikan ??? - !!!
Maafkan Aku. Maafkan Aku. Maafkan Aku. Maaf. Maaf. Do'akan aku agar aku dapat keluar dari belenggu hawa nafsu yang semakin meningkat, Do'akan Aku agar aku dapat keluar dari kemunafikan yang telah aku buat, Do'akan aku agar aku tak menyebar kemunafikan, Do'akan aku agar aku terlepas dari api neraka. Maaf.
Buanglah pandangan itu, pandanglah Abdulllah Zuhud sebagai orang munafik, penjahat, budak hawa nafsu, budak riya', budak kesombongan. Lupakan perkataan - perkataan yang pernah dia ucapkan, karena itu adalah kebohongan. Saya Pembohong, Saya Pemalas, Saya adalah Orang yang tidak dapat dipercaya. tapi Saya mohon maafkan saya, meskipun saya tak berani mengatakan kata - kata yang mana dari saya yang merupakan kebohongan, meski saya selalu memberi harapan kosong pada hari - hari yang lalu, sekarang, dan masa mendatang. Maafkan Saya. Saya Mohon Do'akan saya agar menjadi pribadi yang lebih baik, tidak munafik, bukan budak hawa nafsu, tidak sombong, tidak riya', yang intinya adalah menjadi pribadi yang sebenar - sebenarnya shaleh.
Selasa, 03 April 2012
Tidak Mandi?
- Malas.
- Saya tidak mudah berkeringat, sehingga tidak mudah bau badan.
- Saat di SMA, saya hanya menemui teman-teman kelas yang urgensinya hanya untuk belajar dan bermain. Jadi saya berpikir, meskipun saya tidak mandi, reputasi saya tidak akan turun. Saat kuliah pun, semua dosen saya adalah orang jutek bahkan ada yang meremehkan mahasiswa. Berhubung dosen-dosen tidak care (kebanyakan khusyu' baca slide), jadi buat apa saya mandi. Dilihat saja tidak.
- Sekolah atau kuliah diniatkan untuk belajar, bukan untuk cari pasangan. Tidak ada alasan untuk saya memakai wangi-wangian.
- Tujuan mandi adalah membersihkan diri, bukan untuk membuat ganteng. Kalau wajahnya emang jelek, gak bakal jadi ganteng. Mungkin tambah ganteng, tapi dikiiiiiiit.
E04
Sabtu, 10 Maret 2012
Tentang Pemilu Raya Keluarga Mahsiswa ITB
ITB adalah sebuah perguruan tinggi yang berkewajiban menjalankan perannya sebagai lembaga pendidikan, lembaga penelitian ilmiah, dan lembaga pengabdian kepada masyarakat demi mewujudkan cita-cita perjuangan bangsa Indonesia. Mahasiswa ITB sadar akan peran, potensi, dan posisinya bertekad untuk belajar,berkarya, dan berjuang untuk bangsa. Untuk mewujudkan hal itu mahasiswa ITB berhimpun dalam sebuah organisasi kemahasiswaan yang disebut Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB).
Dalam sebuah organisasi pasti ada pergantian kepengurusan, begitu juga dengan KM ITB. Salah satu dari upaya tersebut adalah pemilu. Dengan adanya pemilu diharapkan akan ada seseorang yang berhak melanjutkan perjuanagan membawa perubahan-perubahan baru yang lebih baik dan berhak didahulukan untuk memimpin meraih tujuan-tujuan KM ITB.
Kabinet KM ITB merupakan badan eksekutif pelaksana program di tingkat pusat. Tugas utamanya adalah mendinamisasi kampus melalui pencerdasan dan pemberdayaan mahasiswa di tingkat bawah. Mengingat pentingnya tugas kabinet KM ITB dalam mewujudkan tujuan-tujuan KM ITB, kongres KM ITB yang merupakan perwujudan dari kedaulatan tertinggi di KM ITB memutuskan untuk memilih ketua kabinet KM ITB dengan sistem pemilu raya.
Pemilu raya dipilih agar dapat mendekatkan keseluruhan massa kampus dengan para kandidat, mengeliminasi sekat-sekat antar jurusan, memperkuat rasa kepemilikan massa kampus atas organisasi kemahasiswaan terpusat, dan mencegah terhambatnya hak untuk memilih dan dipilih akibat batasan-batasan jurusan.
Untuk memujudkan pemilu raya KM ITB yang baik dibutuhkan:
1. Partisipasi yang baik dari massa kampus. Pasrtisipasi yang baik di sini mungkin dapat diungkapkan dengan "Lugas dalam Persatuan, dan Cerdas dalam Menentukan"
2. Panitia pelaksana yang maksimal dalam menjelaskan tugasnya.
3. Kerjasama dari para kandidat, tim promotor, dan tim sukses untuk tidak melakukan perilaku-perilaku yang dapat mengotori keberjalanan pemilu
Saat ini, KM ITB mulai kehilangan kepercayaan dari anggotanya, entah karena kinerja organisasi kemahasiswaan itu kurang baik dan kurang "merakyat", atau memang karena anggotanya sudah tidak mau, tidak peduli lagi dengan kemahasiswaan. Yang jelas di KM-ITB saat ini, dapat terlihat bahwa massanya kurang antusias dengan yang namanya organisasi kemahasiswaan terpusat (kabinet), selain itu rasa kepemilikan terhadap KM-ITB pun semakin luntur, mungkin karena di kehidupan sehari-harinya tidak dapat terlihat kebermanfaatan KM-ITB, kabinet, Kongres, yang terlihat hanyalah kebermanfaatan dari HMJ dan UKM. Jika hal ini terus terjadi maka keberjalanan pemira, dan agenda-agenda lain di KM-ITB akan kekurangan antusias, KM-ITB hanya milik orang-orang tertentu saja.
Hal-hal di atas tidak boleh dibiarkan, karena jika nantinya organisasi kemahasiswaan ITB hilang, nilai-nilai luhur organisasi tersebut tidak tersampaikan kepada generasi berikutnya, itu adalah dosa kita, karena kita telah membiarkan itu hilang. Oleh karena itu, di momen pemira KM-ITB nanti, mari kita tumbuh dan kembangkan semangat, rasa memiliki, peduli KM-ITB. Kabinet, Kongres harus memberikan kebermanfaatannya kepada massa kampus. Panitia pelaksana melakukan hal-hal yang dapat memberikan info, memanaskan kampus dengan isu-isu ini, melalui media propaganda, publikasi, misalnya buletin tentang pemira KM-ITB, kuesioner yang dapat memberikan efek pencerdasan dan pemanasan pemira, dan roadshow ke himpuna-himpunan, dan unit-unit, pokoknya rasa 1 KM-ITB itu terasa oleh segenap massa kampus.
Kamis, 16 Februari 2012
Blog Baru
Senin, 30 Januari 2012
Kok Sepi????
Blognya sepi loh. Ada yang mau cerita gak???
Minggu, 25 September 2011
Pada kemana ya?
Pada kemana kok gak ada yang posting?
Indra malah posting aneh2...
Sorry dra, postingan aneh2mu udah aku delete. Posting yang bagus dra. Jangan iklan yang kamu postingin..
Gimana kabar kalian di sana?
Kamis, 19 Mei 2011
Hanya secarik coretan tuk motivasi diri saya, dan semoga juga berarti bagi kalian sahabatku….^^
"You are what you think" dalam "Limit" dan "Border"
"You are what you think". Kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Pandangan kita terhadap ihwal diri kitalah yang akan menjadi kenyataan untuk kita. Baik itu masalah keberhasilan ataupun kegagalan dari berbagai usaha pencapaian hidup.
Hal senada juga diungkapkan oleh Stephen R. Covey dalam bukunya The 7 Habits of Highly Effective People bahwa kita melihat dunia, bukan sebagaimana dunia apa adanya, melainkan sebagaimana kita adanya atau sebagaimana kita dikondisikan untuk melihatnya. Jadi, dunia masa depan semuanya tergantung dari bagaimana kondisi dan kemampuan kita dalam menyambut kedatangannya. Terkait kondisi dan kemampuan dalam usaha menapaki mimpi, saya teringat pada seseorang yang mengaitkannya dengan konsep "limit" dan "border". Apa hubungannya dengan dua kata itu?? jujur, saya pun bertanya-tanya, tapi syukurlah allah memberikan jalan bagi pikiran saya untuk menelaahnya, dan semoga hal itu mampu mengubah saya dan sahabat…..
Limit dan border jika hanya dilihat secara kasat mata memang hanya sebuah kata sederhana. Limit hanya berarti "batas" dan border dengan "perbatasan". Sederhananya, Batas merupakan sesuatu yang memang tidak bisa kita lampaui. Sedangkan perbatasan adalah sesuatu yang harus kita lewati.
Tapi, tahukah sahabat? Bahwa dua kata ini memiliki makna yang tidak sesederhana makna kamus belaka, lebih dari itu keduanya memiliki makna yang mendalam dalam diri kita…
Coba kita perhatikan orang-orang yang kita idolakan. Saya sendiri misalnya, saya seorang penggemar sastra, dan sangat mengidolakan pramodya ananta toer dan asma nadia. Orang-orang besar seperti mereka adalah orang yang mampu melintasi perbatasan mereka sendiri. Tak ada kesuksesan yang datang sendiri bukan?, hanya dengan perjuangan dan doa lah allah akan mengirimkan kesuksesan itu untuk kita.
Melintasi perbatasan diri sendiri erat kaitannya dengan perjuangan. Nah… hal ini yang cukup berat tuk dijalankan, termasuk bagi saya…. Jujur, saya sendiri masih sering dihinggapi rasa malas, dan tetap enjoy dengan kehadirannya… selain itu, juga sering hadir sikap suka menunda sesuatu. "Ah… masih ada hari esok.." kalimat itu yang sering hadir dalam benak saya ketika hendak membuat suatu karya, dan akhirnya…. Karya itupun gak pernah ada yang terwujud. Klopun terwujud mungkin masih akan lebih bagus jika saya langsung menuliskannya ketika inspirasi itu datang. Huhft…. Sifat yang buruk memang…
Kita juga seringkali menciptakan batas bagi kemampuan kita sendiri. Kita meyakininya sebagai garis yang yang tidak mungkin kita lintasi. Padahal, sejatinya ia adalah perbatasan, sesuatu yang mestinya kita ciptakan untuk suatu saat kita lampaui. Memang selalu ada batas untuk kemampuan kita, tetapi barangkali kita tidak pernah dan tidak perlu tahu di mana batas itu. Kadang-kadang kita gagal mengembangkan diri lantaran terlampau yakin bahwa kita sudah sampai di garis batas. Berangkat dari pengalaman saya sendiri saja, dulu pas sma saya sangat lemah dan kesulitan dalam segala mata pelajaran, khususnya fisika. itu karena saya dulu menciptakan batas yang terlalu sempit untuk kemampuan saya. "aku gak bisa" "aku gak ada bakat disini" dan saya juga berpikir bahwa saya tidak akan bisa menjadi seperti teman-teman saya yang menguasai bidang ilmu itu. Padahal sebenarnya, tepat pada saat saya berpikir semacam itu, sesungguhnya saya telah menetapkan batas yang mengungkung dan mengerdilkan diri saya sendiri.
Dan syukurlah allah mempertemukan saya dengan orang yang menyadarkan dan menginspirasi saya. Allah tentu tidak ingin saya dan umatnya yang lain berlama-lama berada dalam ranah ini.
Hingga saat ini saya senantiasa berupaya meyakinkan diri saya bahwa hari ini kita belum mencapai batas akhir kemampuan kita. Oleh karenanya, kita harus senantiasa beribadah, belajar, dan berlatih. Karena dalam beribadah kita menjadi sadar bahwa kita bisa lebih baik dari hari ini. Dalam belajar, kita menjadi yakin bahwa kita bisa lebih cerdas dari hari ini. Dalam berlatih, kita menjadi tahu bahwa kita bisa lebih terampil dari hari ini.
Teruslah bermimpi sahabat,,, teruslah berkarya. berpikirlah positif terhadap masa depan, janganlah takut membentangkan permadani mimpi seluas samudera, karena dengan bermimpilah kita bisa memiliki masa depan. Dan yakinkan diri bahwa kita bisa menggapainya, karena keyakinan adalah sebagian dari kenyataan. Keyakinan adalah pijakan awal kita dalam langkah menapaki perjalanan mimpi. Tanpa mimpi, tak akan ada yang namanya masa depan. Dan tak ada keyakinan, juga takkan ada mimpi itu di masa depan. Semoga mentari esok masih bersinar saat waktu mempertemukan kita dalam kesuksesan mimpi....;)
