kok sepi....
sibuk fban si.....
ayo dong ramaikan blognya......
Emak, aku rindu Emak.
Sudah hampir 14 tahun lebih aku tidak bertemu dengan Emak.
Aku kangen Emak.
Aku ingin melihat Emak.
Emak, apa kabar Emak disana ?
apa Emak baik-baik saja ?
Apa majikan Emak jahat sama Emak ?
Emak kapan pulang ?
Acul kangen Emak
Aku menangis. Setiap kangen Emak, aku selalu menulis surat untuknya. Tapi, meskipun aku menulis surat untuk Emak, aku tidak mengirimnya. Aku tidak tahu dimana Emak kerja. Yang ku tahu Emak berkerja menjadi TKW di Qatar. Dimana alamat tepatnya aku tidak tahu.
Emak harus meninggalkanku saat aku berusia 4 tahun. Emak terpaksa menjadi TKW karena BApak sudah tidak mampu lagi bekerja. BApak lumpuh akibat kecelakaan yang menimpanya. Sejak saat itu BApak tidak bisa lagi mencari nafkah dan Emak dengan berat hati harus rela menjadi TKW.
Emak, Acul rindu sekali sama Emak. Rindu setengah mati. Setiap malan aku berdoa agar Emak cepat pulang. Aku ingin memeluk Emak, memeluk dengan sangat erat.
Aku menatap ke langit. Malam ini sangat indah. Bulan bersinar sangat terang. Emak, andai saja Emak ada disini, pasti Acul bias bercanda dengan Emak sambil menikmati ubi rebus atau pisang goring. Kata BApak, Emak pandai sekali membuat pisang goring. Acul rindu Emak. Rindu sekali.
" Cul, sudah malam! Mengapa jendelanya belum kau tutup juga ? ", tegur BApak. Aku menoleh sesaat dan kembali asyik menikmati rembulan yang sedang bersinar sangat indahnya.
" Cul, udaranya sangat dingin. Cepat tutup jendelanya! BApak tidak mau kamu sampai masuk angin ", tegur BApak untuk kedua kalinya. Aku mengalah. Aku menutup jendela kamarku seperti apa yang BApak perintahkan.
" Kamu sudah makan, Cul ? ", Tanya BApak lagi. Aku menggeleng. Nafsu makanku selalu hilang jika ingat Emak. Bagaimana mungkin aku bias makan dengan enak sedangkan aku tidak tahu apakah Emak juga makan atau tidak.
" Pak, Acul boleh tanya ? ", kataku memberanikan diri. BApak kaget. Ia diam sesaat kemudian menganggukkan kepalanya.
" Pak, Emak kapan pulang ? Acul kangen sama Emak. Sudah 14 tahun lebih Emak bekerja di Qatar tanpa pernah pulang sekalipun. Setiap bulan hanya surat berisi uang yang dating kesini, bukan surat dari Emak yang mengabarkan keadaan Emak. Acul khawatir, Pak. Apa Emak baik-baik saja ? ",
" Cul, kamu harus mengerti. Emakmu itu bekerja di Qatar. Dia bekerja untuk menghidupi kita. Kau jangan memikirkan hal-hal yang tidak-tidak. Doakan saja Emak baik-baik saja. Sudahlah, Cul. Jangan dipikirkan lagi ! ", kata BApak.
Hah…jangan dipikirkan lagi. Selalu saja BApak berkata seperti itu setiap aku menanyakan Emak. Mana mungkin aku tidak akan memikirkan Emak jika selama hampir 14 tahun lebih aku tak tahu kabar Emak ?Setiap aku melihat acara berita di televise aku selalu teringat Emak. Akhir-akhir ini banyak sekali kasus TKW yang pulang ketika sudah tidak bernyawa. Aku takut jika itu terjadi dengan Emak.
Ingin rasanya aku menyusul Emak ke Qatar dan membawanya pulang ke Indonesia. Tapi…bagaimana bisa ? mana mungkin aku bias pegi ke Qatar ? aku hanya seorang anak SMA, belum tamat lagi. Untuk uang jajan saja belum tentu punya apalagi mau menyusul Emak ke Qatar. Lagi pula aku tidak tahu dimana alamat Emak bekerja. Setiap aku bertanya pada Bapak, ia selalu memarahiku.
Emak, kapan Emak pulang ? Acul kangen Emak. Kalau Emak nanti pulang, Acul janji bakal bawa Emak jalan-jalan. Acul bakal bawa Emak ke sekolah, bawa Emak ke pasar. Kemanapun Emak mau Acul pasti anterin. Emak, cepat pulang ya….
----xxxx----
Siang ini sangat pana sehingga membuatku malas untuk melakukan sesuatu. Hari Minggu seperti ini biasanya aku pergi memancing bersama teman-teman, tapi tidak untuk hari ini. Cuaca sangat panas. Matahari bersinar dengan garangnya. Membuatku kepanasan setengah mati.
" Cul…., Acul…..! ", teriak seseorang. Aku terbangun mendengar seseorang yang memanggilku. Oh…Cak Karto ! tidak biasanya ia datang ke rumahku sambil berlari-lari seperti itu .
" Ada apa, Cak ? ", tanyaku. Cak Karto memukul dadanya sambil mencoba mencari nafasnya. Ia benar-benar ngos-ngosan.
" Cul, Emakmu, Cul. Emakmu ", kata Cak Karto terengah-engah.
" Emak ? ada apa dengan Emak, Cak ? ", tanyaku tak sabar. Cak Karto bukannya menjawab pertnyaanku melainkan meninggalkanku. Ia pergi menghidupkan televisi dan mengubah-ngubah channelnya.
" Cul, liat sebentar lagi. Ada berita tentang Emakmu ",
Deg…..perasaanku langsung saja menjadi tidak enak. Apa yang terjadi dengan Emak ? Ya Tuhan , kau apakan Emakku ? aku melihat acara berita itu dengan tidak sabar. Setelah beberapa iklan selesai. Pembaca berita kemudian membaca berita yang benar-benar membuatku jantungan.
" Pemirsa, satu lagi kasus penganiayaan TKW asal Indonesia di Qatar. Sri Maryani, 44 tahun, warga desa Ploso kabupaten Nganjuk, Jawatimur, ditemukan tewas akibat dianiaya oleh majikannya…, "
Ya Tuhan, Emak ! Mendegar berita itu, aku langsung memanggil Bapak yang saat itu sedang tidur di kursi rodanya.
" Pak…., Bapak…..kesini, Pak ! ", teriakku. Bapak terbangun dan segera mendekatiku.
" Pak, liat berita itu, Pak. Emak..,Pak, emak ", kataku. Aku tak kuasa menahan air mata. Ya Tuhan secepat itukah kau memanggil emakku ? aku belum bertemu dengannya tapi kau malah mengambilnya ? ya Tuhan…Mengapa kau tidak kasihan padaku ?
Bapak menunduk. Ia menangis. Aku menangis sejadi-jadinya. Ya Tuhan…aku belum bertemu Emak. Mengapa kau ambil emak ? kau memisahkanku selama lebih dari 14 tahun dan sekarang kau mengambilnya. Tuhan…dimana letak belas kasih-Mu. Aku ini hambamu, tapi mengapa kau menganiayaku seperti ini ?. Tuhan…aku minta penjelasanmu.
----xxxx----
Aku berdiri mematung melihat jasad Emak yang sudah tak bernyawa. Mak, bertahun-tahun aku merindukan kepulanganmu, tapi mengapa ketika kau pulang kau sudah tidak bernyawa ? aku mendekati jenazah Emak.
" Mak, ini Acul, anak Emak ", bisikku sambil menangis. Di belakangku berdiri Cak Karto yang berusaha menguatkanku.
" Emak, acul sekarang sudah besar, Mak. Acul nggak nakal, koq. Acul jadi anak pintar, Mak. Kalau Mak liat rapor Acul, acul selalu juara satu, Mak ", kataku lagi.
Jenazah Emak dimandikan lagi kemudian disholatkan. Saat sholat jenazah, aku tak henti-hentinya menitikkan air mata. Aku belum rela kehilangan emak. Sosok yang melahirkanku sekarang sudah tak bernyawa.
Selesai disholatkan, jenazah emak di bawa ke TPU untuk dimakamkan. Saat itu air mataku tak bisa ku bendung lagi. Aku menangis, menangis dan terus mnangis. Orang-orang berusaha menguatkanku. Emak…selamat jalan. Semoga emak tenang di alam sana.
Sepulang dari TPU, banyak wartawan mendekatiku. Mereka melontarkan berbagai pertanyaan. Tapi dari sekian banyak pertanyaan itu tak satupun yang ku jawab. Aku tidak peduli dengan mereka. Aku sedang berkabung. Luka ini sangat perih. Perih, tak bias ku ungkapkan dengan kata-kata.
Seseorang mendekatiku. Ia menyalamiku dan memberiku amplop. Kata Bapak orang itu adalah delegasi dari Komnas Ham dan Depnaker. Aku menatap mereka dengan penuh kebencian. Aku meremas amplop yang ia berikan dan melempar ke mukanya.
" Anda pikir, Emak saya bisa diganti dengan uang ini ? kemana saja Anda ketika Emak masih hidup ? saya tidak butuh uang ini. Saya butuh Emak saya ", kataku kemudian pergi meninggalkan mereka.
Aku mengunci pintu kamarku. Aku menangis sejadi-jadinya. Dasar orang tidak berperikemanusiaan. Datang kesini hanya memberikan amplop. Mereka piker aku butuh uang mereka. Seharusnya mereka malu karena lalai menjaga warga negaranya. Aku benar-benar kecewa dengan mereka. Kecewa dengan Bapak. Kecewa pada pemerintahan dan kecewa pada diriku sendiri.
----xxxx----
Setelah kematian Emak, aku pergi meninggalkan kampung. Aku ingin ke Jakarta menuntut pertanggung jawaban Presiden. Apa saja yang ia kerjakan sampai lalai menjaga warga negaranya?
Semalam aku berhasil mengontak beberapa keluarga korban TKW yang juga tewas ketika bekerja di luar negeri. Hari ini aku akan menemui mereka. Aku akan mengumpulkan massa sebanyak mungkin. Aku akan menggelar aksi demo besar-besaran menuntut pertanggung jawaban Presiden dan menteri-menterinya. Sudah banyak TKI yang menjadi koraban kekerasan majikannya, tapi pemerintah Indonesia sepertinya diam saja. Sekarang, inilah saatnya membangunkan mereka yang tidur agar melihat bagaimana nasib rakyat, bagaimana nasib kaum TKW. Aku ingin membuka mata mereka. Melihat realita bukan hanya dunia maya.
Sesampainya di Jakarta, aku segera menuju rumah Sukirman. Ia memiliki nasib yang sama denganku. Ibunya yang menjadi TKW di Malaysia, pulang dengan tak bernyawa. Ia kecewa dengan sikap pemerintah yang seolah acuh tak acuh. Ia juga yang mengkoordinir semua keluarga korban TKW yang akan melakukan aksi demo besok.
Esoknya, semua mempersiapkan diri dengan matang. Aku tidak mengira bahwa Sukirman adalah seorang mahasiswa. Ia membawa banyak sekali aktivis kampus. Mereka menunjukkan kepeduliannya terhadap kami para keluarga korban TKW.
Tepat pukul Sembilan, massa yang berjumlah lima ratus orang dari berbagai kalangan turun ke jalan menuju Istana Negara. Disana kami akan mengadakan demo dan meminta pertanggung jawaban Presiden. Kami melakukan orasi di depan Istana Negara.
" Kami minta pertanggungjawaban presiden. Setiap tahun negara ini mengambil keuntungan dari para TKI dan setiap tahun juga tidak sedikit TKI yang kembali dalam keadaan tidak bernyawa. Hentikan pemerasaan TKI ! ", teriak Sukirman kemudian diikuti oleh yang lainnya.
Aksi demo kami sepertinya sia-sia. Tidak ada respon dari dalam. Yang ada hanya barisan polisi. Aku sangat kesal dengan situasi ini. Sampai kapanpun aku tidak bias memperoleh keadilan untuk emak.
Aku menerobos barisan dan maju untuk menerobos masuk ke dalam istana Negara. Aksiku yang tiba-tiba itu tentu saja membuat kaget aparat yang sedang berjaga-berjaga. Mereka mencoba menghalangiku, tapi tekatku sudah bulat. Aku ingin mencari keadilan untuk emak.
Aksiku kemudian di ikuti oleh massa yang lainnya. Aksi dorong-mendorong tidak bias dihindarkan. Aku mencoba terus menerobos barisan aparat tapi tidak bias. Mereka memberikan peringatan kepada kami, tapi tetap saja tidak ku gubris. Akhirnya mereka menembakkan gas air mata dan tentu saja hal ini membuatku bertambah kesal.
Aku menunduk dan berlari kebelakang. Aku mengusap-usap mataku yang perih. Dengan penuh amarah. Aku mengambil beberapa batu kerikil dan melemparnya ke arah aparat. Aksiku kemudian diikuti oleh massa lainnya. Aksiku makin menggila dan tidak dapat ku kontrol lagi. Akhirnya terjadilah bentrok antara demonstran dan aparat.
Aku kembali mundur mencari sesuatu yang bisa ku jadikan senjata. Untunglah aku menemukan batang balok. Aku mengambilnya dan kembali menuju para demonstran. Namun langkahku terhenti karena tiba-tiba sebuah mobil menabrakku. Aku terpental jauh ke pinggir jalan.
Aku mencoba untuk bangun, tapi sia-sia. Nafasku terengah-engah. Mataku redup. Mak, Acul kangen emak. Acul nggak bias ketemu Emak disini, tapi Acul bias bertemu Emak di alam lain.
Mataku semakin redup dan nafasku sepertinya semakin terengah-engah. Pandanganku mulai samar, samar, dan semakin smar hingga akhirnya gelap. Emak, Acul kangen Emak. Acul ingin ketemu Emak. Bawa Acul pergi, ya, Mak. Acul ingin sama Emak.
Seni Menata Hati dalam Bergaul
K.H. Abdullah Gymnastiar
---------------------------------------------------------------------------------------
Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke hati yang penuh keikhlasan, yang insya Allah akan terasa sangat indah dan menyenangkan. Pergaulan yang penuh rekayasa dan tipu daya demi kepentingan yang bernilai rendah tidak akan pernah langgeng dan cenderung menjadi masalah.
1. Aku Bukan Ancaman Bagimu
Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan orang lain, terlebih kalau kita simak Rasulullah Saw. bersabda, "Muslim yang terbaik adalah muslim yang muslim lainnya selamat/merasa aman dari gangguan lisan dan tangannya." (HR. Bukhari)
Hindari penghinaan
Apapun yang bersifat merendahkan, ejekan, penghinaan dalam bentuk apapun terhadap seseorang, baik tentang kepribadian, bentuk tubuh, dan sebagainya, jangan pernah dilakukan, karena tak ada masalah yang selesai dengan penghinaan, mencela, merendahkan, yang ada adalah perasaan sakit hati serta rasa dendam.
Hindari ikut campur urusan pribadi
Hindari pula ikut campur urusan pribadi seseorang yang tidak ada manfaatnya jika kita terlibat. Seperti yang kita maklumi setiap orang punya urusan pribadi yang sangat sensitif, yang bila terusik niscaya akan menimbulkan permusuhan.
Hindari memotong pembicaraan
Sungguh dongkol bila kita sedang berbicara kemudian tiba-tiba dipotong dan disangkal, berbeda halnya bila uraian tuntas dan kemudian dikoreksi dengan cara yang arif, niscaya kita pun berkecenderungan menghargainya bahkan mungkin menerimanya. Maka latihlah diri kita untuk bersabar dalam mendengar dan mengoreksi dengan cara yang terbaik pada waktu yang tepat.
Hindari membandingkan
Jangan pernah dengan sengaja membandingkan jasa, kebaikan, penampilan, harta, kedudukan seseorang sehingga yang mendengarnya merasa dirinya tidak berharga, rendah atau merasa terhina.
Jangan membela musuhnya, mencaci kawannya
Membela musuh maka dianggap bergabung dengan musuhnya, begitu pula mencaci kawannya berarti memusuhi dirinya. Bersikaplah yang netral, sepanjang diri kita menginginkan kebaikan bagi semua pihak, dan sadar bahwa untuk berubah harus siap menjalani proses dan tahapan.
Hindari merusak kebahagiannya
Bila seseorang sedang berbahagia, janganlah melakukan tindakan yang akan merusak kebahagiaanya. Misalkan ada seseorang yang merasa beruntung mendapatkan hadiah dari luar negeri, padahal kita tau persis bahwa barang tersebut buatan dalam negeri, maka kita tak perlu menyampaikannya, biarlah dia berbahagia mendapatkan oleh-oleh tersebut.
Jangan mengungkit masa lalu
Apalagi jika yang diungkit adalah kesalahan, aib atau kekurangan yang sedang berusaha ditutupi. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kesalahan yang sangat ingin disembunyikannya, termasuk diri kita, maka jangan pernah usil untuk mengungkit dan membeberkannya, hal seperti ini sama dengan mengajak bermusuhan.
Jangan mengambil haknya
Jangan pernah terpikir untuk menikmati hak orang lain, setiap gangguan terhadap hak seseorang akan menimbulkan rasa tidak suka dan perlawanan yang tentu akan merusak hubungan. Sepatutnya kita harus belajar menikmati hak kita, agar bermanfaat dan menjadi bahan kebahagiaan orang lain.
Hati-hati dengan kemarahan
Bila anda marah, maka waspadalah karenan kemarahan yang tak terkendali biasanya menghasilkan kata dan perilaku yang keji, yang sangat melukai, dan tentu perbuatan ini akan menghancurkan hubungan baik di lingkungan manapun. Kita harus mulai berlatih mengendalikan kemarahan sekuat tenaga dan tak sungkan untuk meminta maaf andai kata ucaan dirasakan berlebihan.
Jangan menertawakannya
Sebagian besar dari sikap menertawakan seseorang adalah karena kekurangannnya, baik sikap, penampilan, bentuk rupa, ucapan dan lain sebagainya, dan ingatlah bahwa tertawa yang tidak pada tempatnya serta berlebihan akan mengundang rasa sakit hati.
Hati-hati dengan penampilan, bau badan dan bau mulut
Tidak ada salahnya kita selalu mengontrol penampilan, bau badan atau mulut kita, karena penampilan atau bau badan yang tidak segar akan membuat orang lain merasa terusik kenyamanannya, dan cenderung ingin menghindari kita.
2. Aku menyenangkan bagimu
Wajah yang selalu cerah ceria
Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau pernah besabda, "Janganlah terlalu membebani jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu, sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-beban yang berat, ia akan menjadi buta". (Sunan Abu Dawud).
Senyum tulus
Rasulullah senantiasa tersenyum manis sekali dan ini sangat menyenangkan bagi siapapun yang menatapnya. Senyum adalah sedekah, senyuman yang tulus memiliki daya sentuh yang dalam ke dalam lubuk hati siapapun, senyum adalah nikmat Allah yang besar bagi manusia yang mencintai kebaikan. Senyum tidak dimiliki oleh orang-orang yang keji, sombong, angkuh, dan orang yang busuk hati.
Kata-kata yang santun dan lembut
Pilihlah kata-kata yang paling sopan dengan dan sampaikan dengan cara yang lembut, karena sikap seperti itulah yang dilakukan Rasulullah, ketika berbincang dengan para sahabatnya, sehingga terbangun suasana yang menyenangkan. Hindari kata yang kasar, menyakitkan, merendahkan, mempermalukan, serta hindari pula nada suara yang keras dan berlebihan.
Senang menyapa dan mengucapkan salam
Upayakanlah kita selalu menjadi orang yang paling dahulu dalam menyapa dan mengucapkan salam. Jabatlah tagan kawan kita penuh dengan kehangatan dan lepaslah tangan sesudah diepaskan oleh orang lain, Jangan lupa untuk menjawab salam dengan sempurna dan penuh perhatian, karena demikianlah yang dicontohkan Rasulullah.
Bersikap sangat sopan dan penuh penghormatan
Rsulullah kalau berbincang dengan para sahabatnya selalu berusaha menghormati dengan cara duduk yang penuh perhatian, ikut tersenyum jika sahabatnya melucu, dan ikut merasa takjub ketika sahabatnya mengisahkan hal yang mempesona, sehingga setiap orang merasa dirinya sangat diutamakan oleh Rasulullah.
Senangkan perasaannya
Pujilah dengan tulus dan tepat terhadap sesuatu yang layak dipuji sambil kita kaitkan dengan kebesaran Allah sehingga yang dipuji pun teringat akan asal muasal nikmat yang diraihnya, nyatakan terima kasih dan do'akan. Hal ini akan membuatnya merasa bahagia. Dan ingat jangan pernah kikir untuk berterima kasih.
Penampilan yang menyenangkan
Gunakanlah pakaian yang rapi, serasi dan harum. Menggunakan pakaian yang baik bukanlah tanda kesombongan, Allah Maha Indah dan menyukai keindahan, tentu saja dalam batas yang sesuai syariat yang disukai Allah.
Maafkan kesalahannya
Jadilah pemaaf yang lapang dan tulus terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain kepada kita, karena hal ini akan membuat bahagia dan senang siapapun yang pernah melakukan kekhilafan terhadap kita, dan tentu hal ini pun akan mengangkat citra kita dihatinya.
3. Aku Bermanfaat Bagimu
Keberuntungan kita bukanlah diukur dari apa yang kita dapatkan tapi dari nilai manfaat yang ada dari kehadiran kita, bukankah sebaik-baik di antara manusia adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi hamba-hamba Allah lainnya.
Rajin bersilaturahmi
Silaturahmi secara berkala, penuh perhatian, kasih sayang dan ketulusan walaupun hanya beberapa saat, benar-benar akan memiliki kesan yang mendalam, apalagi jikalau membawa hadiah, insya Allah akan menumbuhkan kasih sayang.
Saling berkirim hadiah
Seperti yang telah diungkap sebelumnya bahwa saling memberi dan berkirim hadiah akan menumbuhkan kasih sayang. Jangan pernah takut miskin dengan memberikan sesuatu, karena Allah yang Maha Kaya telah menjanjikan ganjaran dan jaminan tak akan miskin bagi ahli sedekah yang tulus.
Tolong dengan apapun
Bersegeralah menolong dengan segala kemampuan, harta, tenaga, wakt atau setidaknya perhatian yang tulus, walau perhatian untuk mendengar keluh kesahnya. Apabila tidak mampu, maka do'akanlah, dan percayalah bahwa kebaikan sekecil apapun akan diperhatikan dan dibalas dengan sempurna oleh Allah.
Sumbangan ilmu dan pengalaman
Jangan pernah sungkan untuk mengajarkan ilmu dan pengalaman yang dimiliki, kita harus berupaya agar ilmu dan pengalaman yang ada pada diri kita bisa menjadi jalan bagi kesuksesan orang lain.
Insya Allah kalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas maka, kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain. Karena kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain, semata karena Allah Swt.
Bismillahirrahmanirrahiim..DIA yang telah memberikan petunjuk pada kita. Alhamdulillah NIKMAT Tuhan mu manakah yg kamu dustakan?
di copy paste dari milist kawan...berbagi kisah. semoga dapat menjadi pelajaran.
http://www.mail-archive.com/fupm-ejip@usahamulia.net/msg01418.html
KISAH NYATA
Ini tulisan saya di harian pagi Riau Pos, Ahad 1 Oktober 2006. semoga
bermanfaat
Kesaksian Warga Bengkalis yang Mati Suri dalam Temu Alumni ESQ
''Menyaksikan Orang Disiksa dan Ingin Kembali ke Dunia''
Laporan Idris Ahmad - Pekanbaru
Pengalaman mati suri seperti yang dialami Aslina, telah pula dirasakan banyak
orang.
Seorang peneliti dan meraih gelar doktor filsafat dari Universitas Virginia Dr
Raymond A
Moody pernah meneliti fenomena ini.
Hasilnya orang mati suri rata-rata memiliki pengalaman yang hampir sama.
Masuk lorong waktu dan ingin dikembalikan ke dunia.
Berikut catatan Riau Pos yang turut serta mendengarkan
kesaksian
Aslina dalam temu Alumni ESQ (emotional, spiritual, quotient) Ahad (24/9)
di Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru.
Catatan ini dilengkapi pula dengan penjelasan instruktur ESQ Legisan
Sugimin yang mengutip Al-Quran yang menjelaskan orang yang mati itu ingin
dikembalikan ke dunia, serta penelusuran melalui internet tentang Dr Raymond.
Bagi pembaca yang ingin mengetahui perihal Dr Raymond dapat
membuka situs www.lifeafterlife. com dan hasil penelitian Raymond
tentang mati suri dapat dibaca di buku Life After Life.
Aslina adalah warga Bengkalis yang mati suri 24 Agustus 2006 lalu.
Gadis berusia sekitar 25 tahun itu memberikan kesaksian saat nyawanya
dicabut dan apa yang disaksikan ruhnya saat mati suri.
Sebelum Aslina memberi kesaksian, pamannya Rustam Effendi memberikan penjelasan
pembuka.
Aslina berasal dari keluarga sederhana, ia telah yatim.
Sejak kecil cobaan telah datang kepada
dirinya.
Pada umur tujuh tahun tubuhnya terbakar api sehingga harus menjalani dua kali
operasi.
Menjelang usia SMA ia termakan racun.
Tersebab itu ia menderita selama tiga tahun. Pada umur 20 tahun ia terkena
gondok (hipertiroid) .
Gondok tersebut menyebabkan beberapa kerusakan pada jantung dan matanya.
Karena penyakit gondok itu maka Jumat, 24 Agustus 2006 Aslina menjalani
check-up atas
gondoknya di Rumah Sakit Mahkota Medical Center (MMC) Melaka Malaysia.
Hasil pemeriksaan menyatakan penyakitnya di ambang batas sehingga belum bisa
dioperasi.
''Kalau dioperasi maka akan terjadi pendarahan,' ' jelas Rustam.
Oleh karena itu Aslina hanya diberi obat. Namun kondisinya tetap lemah.
Malamnya Aslina gelisah luar biasa, dan terpaksa pamannya membawa Aslina
kembali ke
Mahkota sekitar pukul 12 malam itu. Ia dimasukkan ke unit gawat darurat (UGD),
saat itu detak jantungnya dan napasnya
sesak.Lalu ia dibawa ke luar UGD masuk
ke ruang
perawatan. ''Aslina seperti orang ombak (menjelang sakratulmaut, red). Lalu
saya ajarkan kalimat
thoyyibah dan syahadat. Setelah itu dalam pandangan saya Aslina menghembuskan
nafas terakhir,
'' ungkapnya. Usai Rustam memberi pengantar, lalu Aslina memberikan
kesaksiaanya.
''Mati adalah pasti. Kita ini calon-calon mayat, calon penghuni
kubur,'' begitu ia mengawali kesaksiaanya setelah meminta seluruh hadirin
yang memenuhi Grand Ball Room Hotel Mutiara Merdeka Pekanbaru tersebut
membacakan shalawat untuk Nabi Muhammad SAW. Tak lupa ia juga menasehati
jamaah untuk memantapkan iman, amal dan ketakwaan sebelum mati datang.
''Saya telah merasakan mati,'' ujar anak yatim itu.
Hadirin terpaku mendengar kesaksian itu. Sungguh, lanjutya, terlalu sakit mati
itu.
Diceritakan, rasa sakit ketika nyawa dicabut itu seperti sakitnya kulit
hewan ditarik
dari daging, dikoyak. Bahkan lebih sakit lagi.
''Terasa malaikat mencabut (nyawa, red) dari kaki kanan saya,'' tambahnya.
Di saat itu ia sempat diajarkan oleh pamannya kalimat thoyibah.
''Saat di ujung napas, saya berzikir,'' ujarnya. ''Sungguh sakitnya, Pak, Bu,''
ulangnya di hadapan lebih dari 300 alumni ESQ Pekanbaru.
Diungkapkan, ketika ruhnya telah tercabut dari jasad, ia menyaksikan di
sekelilingnya ada dokter, pamannya dan ia juga melihat jasadnya yang terbujur.
Setelah itu datang dua malaikat serba putih mengucapkan Assalaimualaikum kepada
ruh Aslina.
''Malaikat itu besar, kalau memanggil, jantung rasanya mau copot, gemetar,''
ujar Aslina mencerita
pengalaman matinya. Lalu malaikat itu bertanya: ''siapa Tuhanmu, apa agamamu,
dimana kiblatmu dan siapa nama orangtuamu.
" Ruh Aslina menjawab semua pertanyaan itu dengan lancar.
Lalu ia dibawa ke alam barzah. ''Tak ada teman kecuali amal,''
tambah
Aslina yang Ahad malam itu berpakaian serba hijau.
Seperti pengakuan pamannya, Aslina bukan seorang pendakwah, tapi malam
itu ia tampil memberikan kesaksian bagaikan seorang muballighah. Di
alam barzah ia melihat seseorang ditemani oleh sosok yang mukanya
berkudis, badan berbulu dan mengeluarkan bau busuk. Mungkin sosok
itulah adalah amal buruk dari orang tersebut.
Aslina melanjutkan. ''Bapak, Ibu, ingatlah mati,'' sekali lagi ia
mengajak hadirin untuk bertaubat dan beramal sebelum ajal menjemput.
Di alam barzah, ia melanjutkan kesaksiannya, ruh Aslina dipimpin oleh dua orang
malaikat.
Saat itu ia ingin sekali berjumpa dengan ayahnya.
Lalu ia memanggil malaikat itu dengan ''Ayah''. ''Wahai ayah bisakah saya
bertemu
dengan ayah saya,'' tanyanya.
Lalu muncullah satu sosok. Ruh Aslina tak mengenal sosok yang berusia antara
17-20 tahun itu.
Sebab ayahnya meninggal saat berusia 65
tahun.
Ternyata memang benar, sosok muda itu adalah ayahnya. Ruh Aslina mengucapkan
salam ke
ayahnya dan berkata: ''Wahai ayah, janji saya telah sampai.'' Mendengar itu
ayah saya saya menangis.
Lalu ayahnya berkata kepada Aslina. ''Pulanglah ke rumah, kasihan adik-adikmu.
'' ruh Aslina pun menjawab.
''Saya tak bisa pulang, karena janji telah sampai''.
Usai menceritakan dialog itu, Aslina mengingatkan kembali kepada
hadirin bahwa alam barzah dan akhirat itu benar-benar ada.
''Alam barzah, akhirat, surga dan neraka itu betul ada. Akhirat adalah
kekal,'' ujarnya bak seorang pendakwah.
Setelah dialog antara ruh Aslina dan ayahnya. Ayahnya tersebut menunduk.
Lalu dua malaikat memimpinnya kembali, ia bertemu dengan perempuan yang
beramal shaleh yang mukanya bercahaya dan wangi. Lalu ruh Aslina dibawa kursi
yang empuk dan didudukkan di kursi tersebut, disebelahnya terdapat seorang
perempuan
yang menutup aurat, wajahnya cantik. Ruh Aslina bertanya kepada perempuan itu.
''Siapa kamu?'' lalu perempuan itu menjawab.''Akulah (amal) kamu.''
Selanjutnya ia dibawa bersama dua malaikat dan amalnya berjalan
menelurusi lorong waktu melihat penderitaan manusia yang disiksa.
Di sana ia melihat seorang laki-laki yang memikul besi seberat 500 ton,
tangannya dirantai ke bahu, pakaiannya koyak-koyak dan baunya menjijikkan.
Ruh Aslina bertanya kepada amalnya.
''Siapa manusia ini?'' Amal Aslina menjawab orang tersebut ketika hidupnya suka
membunuh orang.
Lalu dilihatnya orang yang yang kulit dan dagingnya lepas. Ruh Aslina bertanya
lagi ke amalnya
tentang orang tersebut. Amalnya mengatakan bahwa manusia tersebut tidak pernah
shalat
bahkan tak bisa mengucapkan dunia kalimat syahadat ketika di dunia.
Selanjutnya tampak pula oleh ruh Aslina manusia yang dihujamkan besi ke
tubuhnya.
Ternyata orang itu adalah manusia yang suka berzina. Tampak juga orang saling
bunuh,
manusia itu ketika hidup suka bertengkar dan mengancam orang lain.
Dilihatkan juga pada ruh Aslina, orang yang ditusuk dengan 80 tusukan,
setiap tusukan terdapat 80 mata pisau yang tembus ke dadanya, lalu berlumuran
darah,
orang tersebut menjerit dan tidak ada yang menolongnya. Ruh Aslina bertanya
pada amalnya.
Dan dijawab orang tersebut adalah orang juga suka membunuh.
Tampak pula orang berkepala babi dan berbadan babi. Orang tersebut adalah orang
yang suka
berguru pada babi. Ada pula orang yang dihempaskan ke tanah lalu dibunuh.
Orang tersebut adalah anak yang durhaka dan tidak mau memelihara orang tuanya
ketika di dunia.
Perjalanan menelusuri lorong waktu terus berlanjut. Sampailah ruh Aslina di
malam yang gelap,
kelam dan sangat pekat sehingga dua malaikat dan amalnya yang
ada disisinya tak
tampak.
Tiba-tiba muncul suara orang mengucap : Subnallah, Alhamdulillah dan Allahu
Akbar.
Tiba-tiba ada yang mengalungkan sesuatu di lehernya. Kalungan itu ternyata
tasbih yang memiliki biji 99 butir.
Perjalanan berlanjut. Ia nampak tepak tembaga yang sisi-sisinya mengeluarkan
cahaya,
di belakang tepak itu terdapat gambar kakbah. Di dalam tepak terdapat batangan
emas.
Ruh Aslina bertanya pada amalnya tentang tepak itu. Amalnya menjawab tepak
tersebut adalah husnul
khatimah. (Husnul khatimah secara literlek berarti akhir yang baik.
Yakni keadaan dimana manusia pada akhir hayatnya dalam keadaan (berbuat)
baik,red).
Selanjutnya ruh Aslina mendengarkan azan seperti azan di Mekkah. Ia pun
mengatakan kepada amalnya.
''Saya mau shalat.'' Lalu dua malaikat yang memimpinnya melepaskan tangan ruh
Aslina.
''Saya pun bertayamum, saya shalat seperti orang-orang di
dunia shalat,''
ungkap Aslina.
Selanjutnya ia kembali dipimpin untuk melihat Masjid Nabawi. Lalu diperlihatkan
pula kepada ruh Aslina,
makam Nabi Muhammad SAW. Dimakam tersebut batangan-batangan emas di dalam tepak
''husnul khatimah'' itu mengeluarkan cahaya terang.
Berikutnya ia melihat cahaya seperti matahari tapi agak kecil. Cahaya itu pun
bicara kepada ruh Aslina.
''Tolong kau sampaikan kepada umat, untuk bersujud di hadapan Allah.''
Selanjutnya ruh Aslina menyaksikan miliaran manusia dari berbagai abad
berkumpul di satu lapangan
yang sangat luas. Ruh Aslina hanya berjarak sekitar lima meter dari kumpulan
manusia itu.
Kumpulan manusia itu berkata. ''Cepatlah kiamat, aku tak tahan lagi di sini Ya
Allah.''
Manusia-manusia itu juga memohon. ''Tolong kembalikan aku ke dunia, aku mau
beramal.''
Begitulah di antara cerita Aslina terhadap apa yang dilihat ruhnya saat ia mati
suri.
Dalam kesaksiaannya ia senantiasa mengajak hadirin yang datang pada pertemuan
alumni ESQ
itu untuk bertaubat dan beramal shaleh serta tidak melanggar aturan Allah.
Setelah kesaksian Aslina, instruktur Pelatihan ESQ Legisan Sugimin yang telah
mendapat lisensi
dari Ary Ginanjar (pengarang buku sekaligus penemu metode Pelatihan ESQ)
menjelaskan bahwa
fenomena mati suri dan apa yang disaksikan oleh orang yang mati suri pernah
diteliti ilmuan Barat.
Legisan mengemukakan pula, mungkin di antara alumni ESQ yang hadir pada Ahad
(24/9) malam
itu ada yang tidak percaya atau ragu terhadap kesaksian Aslina. Tapi yang
jelas, lanjutnya,
rata-rata orang yang mati suri merasakan dan melihat hal yang hampir sama.
''Apa yang disampaikan Aslina, mungkin bukti yang ditunjukkan Allah kepada kita
semua,
'' ujarnya.Legisan menjelaskan penelitian oleh Dr Raymond A Moody Jr tentang
mati
suri.
Raymond mengemukakan orang mati suri itu dibawa masuk ke lorong waktu, di sana
ia melihat rekaman
seluruh apa yang telah ia lakukan selama hidupnya. Dan diakhir pengakuan orang
mati suri itu berkata:
''Dan aku ingin agar aku dapat kembali dan membatalkan semuanya.''
Menanggapi kesaksian Aslina yang melihat orang-orang berteriak ingin
dikembalikan ke dunia dan
ingin beramal serta penelitian Raymond yang menyebutkan ''aku ingin agar aku
dapat kembali dan
membatalkan semuanya,'' Legisan mengutip ayat Al-Quran Surat Al-Mu'muninun (23)
ayat 99-100:
(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), Hingga apabila datang kematian
kepada seseorang
dari mereka, dia berkata:''Ya, Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia).''(99) .
Agar aku berbuat
amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak.
Sesungguhnya itu adalah
perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan
mereka ada dinding sampai hari
mereka dibangkitkan. (100).
Sebagai penguat dalil agar manusia bertaubat, dikutipkan juga Quran Surat
Az-Zumar ayat 39:
''Dan kembalilah kamu kepada Tuhan-Mu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum
datang azab
kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).''
Usai pertemuan alumni itu, Aslina meminta nasehat dari Legisan.
Intruktur ESQ itu menyarankan agar Aslina senatiasa berdakwah dan menyampaikan
kesaksiaannya
saat mati suri kepada masyarakat agar mereka bertaubat dan senantiasa mentaati
perintah Allah
dan menjauhi larangan-Nya. Setelah acara, banyak di antara alumni yang
bersimpati dan ingin membantu
pengobatan sakit gondoknya. Para hadirinpun menyempat diri untuk berfoto
bersama Aslina.
Semoga pembaca dapat mengambil pelajaran dari kesaksiaan
Aslina.***
--------------------------------------------------------------------------------
Berbicara mengenai kematian saya teringat topik yang menarik di METRO TV di
setiap minggu sore jam 4 .
Dalam acara " great lecture"yang dibawakan oleh Prof .Dr.Komarudin Hidayat.
Topik yang dibawakan pada saat itu adalah PSIKOLOGI KEMATIAN.
Yang menarik dalam topik itu adalah survey yang diadakan oleh Prof Dr Komarudin
Hidayat tentang 2 hal yang menyangkut kematian .
1. MENGAPA ORANG TAKUT MATI
2. PENGALAMAN TENTANG " NEAR DEATH EXPERIENCE" atau ' PENGALAMAN
MENDEKATI KEMATIAN" .yang dialami oleh orang
Yang mati suri.
A. MENGAPA ORANG TAKUT MATI
Dari hasil survey ternyata jawaban tentang mengapa orang takut mati beraneka
macam , mulai dari takut merasa kesakitan saat mengahadapi
Kematian
, kemudian ada juga yang menjawab belum siap mati karena dosanya
terlalu banyak dan takut masuk neraka.
Akan tetapi jawaban yang paling banyak dari responden survey adalah pada
dasarnya orang takut mati karena terlalu cinta akan kehidupan dunia.
Terlalu cinta akan dunia mengakibatkan orang tersebut sangat takut kehilangan
apa apa yang sudah dia miliki sekarang ini, baik itu mobil , rumah yang bagus
Istri,anak ,deposito di bank, jabatan di kantor dll.
Dr Komarudin selanjutnya menjelaskan mengapa kita harus takut mati karena
kematian adalah pintu / gerbang pertama menuju gerbang gerbang berikutnya.
Apalagi jika kita memiliki amal baik yang amat banyak sebagai bekal dalam
perjalanan yang sangat sangat jauh . karena segala amal baik akan menjelma
Manjadi makhluk yang akan menolong dan menemani kita di alam barzakh . amal
amal tersebut berubah menjadi makhluk
karena hukum hukum fisika,
Kimia,biologi di alam barzakh sudah berbeda denagn hukum hukum fisika,kimia dan
biologi yang ada di dunia.
Sebagi contoh , ALQURAN di dunia berbentuk sebuah buku./tulisan , akan tetapi
karena hukum fisika,kimia,biologi di alam barzakh sudah berbeda dengan
Di bumi ,maka ALQURAN akan menjelma menjadi makhluk yang akan menemani kita ,
jikia kita selalu membaca ALQURAN setiap hari ,memahamimya dan
Mengamalkannya semampu kita sebaik baiknya. Selanjutnya Dr Komarudin mengambil
sebuah kisah sbb:
Di dalam buku " MEMASUKI ALAM BARZAKH" , ketika mayat sudah dikuburkan
kemudian datang malaikat mungkar dan nakir untuk memulai pertayaan,
Di saat itulah ALQURAN datang sebagai makhluk yang menjadi pembela/pengacara
kita di alam barzakh atas pertayaaan pertayaan yang diajukan malaikat
Mungkar dan nakir. ALQURAN langsung berkata
kepada ahli kubur " jangan lah
engkau takut , aku ini adalah ALQURAN yang selalu engkau baca. Karena
engkau selalu setia menjadikan aku teman dikala susah dan senang sewaktu dunia
, maka kini aku menjadi kekasih mu yang akan menemani kamu hingga
hari berbangkit dan kelak aku juga akan memberikan syafaat di hari qiamat untuk
memasukan kamu ke surga .
B. SURVEY PENGALAMAN MATI SURI /NEAR DEATH EXPERINCE
Pada survey yang diajukan pada orang orang yang pernah mengalami mati suri ,
ternaya didapat 2 hal pengalaman yang berbeda pada orang yang pernah
Mati suri.
1. PENGALAMAN YANG MENYENANGKAN BAGI ORANG YANG BANYAK AMAL BAIKNYA
Sewaktu mati suri, orang tersebut mendapatkan,melihat dan meyaksikan suatu
pemandangan yang sangat indah yang belum pernah terlihat
Terdengar di dunia ini. Ketika ia menyadari bahwa ia ternyata
dikembalikan ke
dunia lagi, ia sangat menyesal mengapa ia harus kembali
Kedunia. DR Komarudin menjelaskan bahwa pengalaman seperti ini dialami oleh
orang yang banyak amal baiknya.
Bahkan ada satu responden yang disurvey menceritakan keindahan alam setelah
kematian sbb:
Ada seorang ibu yang menglamai sakit yang sangat parah dan dia mengalamai koma
di RS Husni THamrin di Jakarta, ibu ini adalah seorang yang
Sholeh . Sewaktu mengalami mati suri , ibu tersebut merasa dirinya berada
diatas sebuah bukit yang sangat tinggi. Disana tidak ada manusia dan hewan.
Yang ada hanyalah tumbuh tumbuhan saja. Betapa terkagum kagunya si ibu
tersebut melihat keindahan yang belum ia lihat dan dirasakan di dunia.
Padahal si ibu tersebut sebelumnya sudah pernah berpergian ke Swiss yang
terkenal kan keindahannya. Kemudia ia juga mendengar suara yang
Sangat merdu
yang ia juga belum pernah mendengar suara seindah suara tersebut.
Suaraitu terjadi hanya karena gesekan antara angin dan dahan dahan
Yang ada di sana. Daun daun yang ada di pohon bergermerlap cahaya emas dan
permata berkilau kilauan mata yang memandangnya
Kemudian si ibu bertanya pada dirinya sendiri " DIMANA KAH AKU INI ?" walaupun
tidak ada orang disana tapi kemudian ada
Jawaban " INILAH SURGA YANG TELAH DIJANJIKAN KEPADAMU ".
2. PENGALAMAN YANG MENAKUTKAN BAGI ORANG YANG BANYAK DOSANYA
Sedangkan bagi orang yang yang banyak dosanya ia mengalami pemandangan yang
sangat menyeramkan . dia melihat orang orang dibelenggu
Dengan rantai rantai yang sangat panjang ,diikat pada tiang yang tinggi
kemudian ditempatkan ditengah tengah kobaran api yang membara.
Ditempat yang sangat sempit itu dia menyaksikan orang sedang disiksa dengan
dituangkan
air panas yang mendidih ke atas mukanya hingga
Hangus . kemudian makanan dan minuman yang dihidangkan hanyalah air yang sangat
panas serta darah nanah .
Dan orang tersebut sangatlah bergembira sekali ketika ia ternyata dikembalikan
lagi kedunia dari mati surinya tersebut dari pemandangan
Yang sangat menyeramkan. Itu.
Dan orang tersebut segera melakukan perubahan perubahan secra drastis akan cara
hidup dan perilakunya di dunia setelah ia kemabli kedunia
Dari mati suri tersebut.
Mudah mudahan sedikit topik Dari PROF.DR Komarudin Hidayat memberikan semangat
bagi kita semua untuk berlomba lomba dalam mengerjakan
Amalan sholeh sebagi bekal untuk perjalan yang sangat jau.
AMIN
INFORMASI PENERBANGAN GRATIS
Bila kita akan 'berangkat" dari alam ini ia ibarat penerbangan ke
sebuah negara.
Di mana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur
penerbangan, tetapi melalui Al-Qur'an dan Al-Hadist.
Di mana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore
Airlines, atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.
Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang
tak lebih dan tak kurang.
Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya,
akan tetapi kain kafan putih.
Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang
suci.
Di mana passport kita bukan Indonesia, British atau American,
tetapi Al-Islam.
Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi
'Laailaahaillallah'
Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan
lain-lain.
Di mana servisnya bukan lagi kelas
business atau ekonomi, tetapi
sekedar kain yang diwangikan.
Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow
Airport atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.
Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani,
tetapi ruang 2x1 meter, gelap gulita.
Di mana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya
memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.
Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.
Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzakh.
Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di
bawahnya atau Neraka Jahannam.
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu
bimbang. Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan
masalah alergi atau halal haram makanan.
Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat
waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.
Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, karena anda
telah hilang selera bersuka ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ini telah siap di booking
sejak anda ditiupkan ruh di dalam rahim ibu.
YA ..! BERITA BAIK...!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di
sebelah anda. Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini. Oleh karena
itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!
Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa 'Pemberitahuan' . Cuma
perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan. Saat
penerbangan anda berangkat tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu 'Alallah, atau
ungkapan selamat jalan. Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun?. Anda
berangkat pulang ke Rahmatullah. ....
ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?
'Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena
dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk
menghadapinya. '
Semoga bermanfaat.. .Persiapkan diri, siapa tahu Ramadhan ini
adalah Ramadhan yang terakhir bagi kita... Semoga Ramadhan ini lebih baik dari
Ramadhan kemarin...Amiin.
Jam sudah menunjukkan pukul sembilan pagi. Sudah satu jam aku duduk di ruang tunggu RS. Mulia Jaya. Entah sampai kapan aku harus menunggu panggilan dari suster untuk segera diperiksa sedangkan kepala ini sudah begitu pening. Seharusnya aku tidak berobat di hari Senin. Karena pasien selalu membludak di hari ini. Tapi aku harus bagaimana lagi ? sakit tak bisa ditolak dan dokter masih sibuk melayani pasien yang sudah lebih dahulu mengantre.
Entah mengapa aku teringat dengan sahabatku, Indah. Ya, Indah! Banyak cerita menyedihkan yang menghiasi masa SMA nya. Aku masih ingat bagaimana keras hati orang tuanya yang meminta agar ia melanjutkan kuliah di fakultas kedokteran. Ayah dan ibunya sangat mengidamkannya menjadi seorang dokter mengingat tak seorangpun keluarga mereka yang berprofesi sebagai dokter. Orang tuanya bersusah payah menabung untuk biaya kuliahnya nanti. Indah juga diikutkan bimbingan belajar intensif sebuah lembaga kursus terkenal yang biayanya hampir menelan delapan juta rupiah.
Indahpun tak bisa menolak. Setelah melakukan sholat istiharah selama seminggu. Akhirnya ia mantap memenuhi permintaan orang tuanya. Dia rela meninggalkan dunia atletik demi menjadi seorang dokter. Namun disaat semangatnya yang sedang berkobar. Disaat ia harus berkonsentrasi untuk ujian nasional. Sebuah berita duka membuatnya jatuh. Ayahanda Indah meninggal dunia akibat kanker paru-paru yang sudah lama diderita oleh beliau. Peristiwa ini memang diluar kuasa kami semua dan menjadi goncangan jiwa yang dahsyat bagi Indah. Disaaat ia harus berjuang untuk UNAS, disaat itu pula ia harus melihat ayahnya terkujur kaku dan di kubur ke liat lahat. Memang tak ada tangis yang terdengar tapi saat itu jiwa Indah benar-benar tergoncang. Ia murung dan tampak seperti mayat hidup yang diam tanpa beraktifitas. Aku masih ingat bagaimana aku dan teman - teman menguatkan jiwanya, membangkitkan semangatnya sampai akhirnya ia siap melaksanakan UNAS.
Namun, sungguh di luar kuasa kami semua. Tuhan mempunyai rencana lain untuk Indah. Tepat setelah ia mengerjakan soal UNAS di hari terakhir, ia dijemput oleh paman dan adiknya. Mereka mengabarkan bahwa Ibunda Indah telah menghembuskan nafas terakhirnya. Penyakit diabetes telah mengakhiri hidupnya. Bagai petir di siang bolong, indah berteriak histeris. Kami semua tidak tahan menahan air mata. Sungguh tragis kisah hidupnya. Ia mendapat cobaan yang bertubi-tubi dari Yang Maha Kuasa. Setelah pemakaman Ibunya dan tahlilan sudah dilaksanakan selama tujuh hari, Indah dan keluarganya yang lain pindah ke Magetan, kota kelahiran ayahnya. Sejak saat itu aku tidak pernah bertemu atau mendengar informasi tentangnya. Dimana ia tinggal dan kemana ia akan melanjutkan kuliah ? kami juga tak tahu.
Dan sekarang sudah delapan tahun berlalu. Indah menghilang dengan kisah hidup yang tragis. Aku berharap Indah bisa kuat menghadapi cobaan demi cobaan yang Tuhan kirim untuknya.
" Saudari Almira dewantari, silakan masuk! " ujar seorang perawat.
Aku tersentak dari lamunan masa laluku dan bergegas masuk ke ruang praktek dokter. Ketika aku membuka pintu ruangan praktek, tampak seorang gadis berkaca mata berpakaian dokter tersenyum padaku.
" Indah?!"